Menjaga bintang agar tetap bersinardalam tenggelamnya megadalam nuraninyakadang kesalahan banyak darikuterdiam merenungi apa yang bulan pikirkanapa yang air bawa menuju dasar permukaankuingin menjadi air yang memberi kehidupan bagi milik didalamnyaoh.....Tuhansemoga sifat air menjadi nyawa dalam hatiku inimemang sebuah harapan yang tak mungkin tergenggamtetapi berusaha menjalin beraturanseperti bulan dan air yang bedatetapi saling berkesinambungan
Jika nanti esok engkau membuka kelopak matayang masih sayu terlarut rasa yang terebahdiatas alas tidur mu dan teriakan kokok ayammenyambut fajar yang berganti pagidengan tetesan embun yang takkan pecah oleh sinar mentaridisaat kemerdekaan negeri iniresapilah makna alhamdulillah dan bersyukurkarena rakhmatNya kita masih berbaur satusaling menyayangi, dan semoga ketakutan kitatak menjadi penutup insan kitadan semoga jodoh itu milik kita berduawalaupun kerinduan masih membayangi sirkuit kitamari bergerak melangkah bersamakarena engkau anugerah yang kumiliki
Ketakutan rasa masih terdengarkehampaan terasa membayangidiamlah engkau di hati inijangan pernah kembali ke belakangmukarena aku tak relaengkau tegak dalam lalu mutanamlah angan dirikuwalaupun siang malam tak bersamakuaku kan siapdi depan atau di belakangmudisaat waktu mendukung kitapercaya padakukarena aku lebih percaya akan lisanmu
Tertegur angin berbaur rasa menyayat ombak ke tepi daratanteratur bergantian tanpa hentiyang terus terselimut hari esokmentari bersinar dalam lengkunganbumi masih enggan memberi kehidupan, kapastianmentari datang di setiap harinyamemberi cahayayang terselimut hangat dengan keindahannya
Bersama bintang di malamberbaur dengan dinginnya anginkau tak henti ada dipikirankuTak lepas oleh waktuKau selalu singgah di hatiseperti sinar mentariyang pasti menyinari malamEngkau dan akuadalah ikan bersirip satuyang takkan bisa berenangbila kita tak berpelukandan genggam erat tangankubila engkau diatas badaidan jangan pernah kau lepaskarena kan dihadapi bersama